Selasa, 07 Januari 2014

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 ke-9

Daging Sapi Mengalami Defisit Sepanjang 2013
Rista Rama Dhany - detikFinance
Jakarta - Harga daging sapi di dalam negeri masih tinggi berkisar Rp 90.000-Rp 100.000 per Kg. Produksi sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan, sedangkan pasokan impor yang kuotanya dibebaskan pun belum mampu menurunkan harga daging. "Daging sapi (lokal) memang masih mengalami defisit sepanjang tahun 2013, karena kebutuhan melebihi dari produksi dari dalam negeri," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2013 "Refleksi 2013 dan Prospek Pertanian 2014, di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (30/12/2013).
Produksi daging sapi pada 2011 mencapai 490.000 ton, pada 2012 turun 420.0000 ton dan pada 2013 produksinya meningat 2% yakni sebesar 430.000 ton. Namun kebutuhan daging sapi tahun ini mencapai 549.700 ton. "Tapi sebenarnya sapi di daerah banyak, namun tidak mudah untuk mengangkut sapi antar pulau," kata Suswono. Dengan defisitnya ketersediaan daging sapi tersebut menyebabkan tingginya harga daging sapi. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah mengambil langkah membuka pintu impor daging sapi berupa sapi hidup maupun daging beku. "Namun yang terjadi, walaupun pasokan daging bertambah terutama dari impor, ternyata harga daging sapi dalam negeri tidak mengalami penurunan secara nyata," ungkapnya.
Suswono menambahkan fenomena ini menunjukkan bahwa permasalahan mahalnya harga daging sapi bukan hanya akibat produksi yang masih belum mencukup dan suplai, tetapi adanya permasalahan perdagangan. "Kondisi harga tinggi tersebut juga sulit diakses peternak disebabkan kendala sarana angkutan dan distribusi sapi yang belum memadai. Persoalan distribusi dan infrastruktur pendukungnya akan menjadi prioritas program mendatang dan masih memerlukan waktu untuk penyelesainnya," tandas Suswono.

Analisis:
Seharusnya mentri pertanian dapat melakukan pemberdayaan didaerah daerahuntuk mendorong produk pertanian dalam negri bukan mendorong untuk impor. Yangg nyatanya kebutuhan masyarakat Indonesia masi tersedia di negaranya hanya saja infrastruktur yang tidak memadai yang menyulitkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat di indonesia. Oleh sebab itu faktor yang harus diubah yaitu infrastruktur didaerah-daerah untuk memudahkan sosialisasi pemerintah terhadap daerah untuk memasok kebutuhan. Dengan begitu maka pasokan import akan berkurang dan sumber daya yang ada di Indonesia akan lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
http://m.detik.com/finance/read/2013/12/30/124140/2453929/4/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar